THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 26 Mei 2009

JATAKA

Sigala Jataka
“Cengkeraman anda kuat.”- Kisah ini diceritakan oleh Sang Buddha ketika berdiam di Vihara Veluvana, mengenai rencana Devadatta untuk membunuh Beliau. Karena mendengar hal itu, para bhikkhu berkumpul dan bercakap-cakap di dalam Dhammasala. Sang Buddha berkata bahwa perbuatan Devadatta sekarang ini sama dengan perbuatannya di masa lampau, namun ia gagal dan membuat penderitaan yang menyedihkan bagi dirinya sendiri sebagai akibat dari niat jahatnya.
Pada suatu ketika, ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Boddhisatta terlahir kembali sebagai seekor serigala, berdiam dalam kuburan tua yang terletak di tengah hutan, diikuti oleh serombongan besar serigala dan menjadi raja diantara mereka. Saat itu, sekelompok penjahat sedang berpesta yang berada di Rajagaha, pesta tersebut sangat meriah. Setiap orang yang ikut berpesta minum minuman keras. Mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bernyanyi dan bergembira seraya menghabiskan makanan. Pada saat tengah malam, makanan telah habis yang tersisa hanyalah minuman keras. Kemudian salah satu dari mereka berkata, ”saya tidak pernah berniat menghabiskan makanan. Saya akan pergi ke kuburan membunuh seekor serigala yang sedang memakan jenasah dan kembali membawa daging serigala.” Serta meminta teman-temannya untuk tidak pergi. Setelah berkata demikian, laki-laki itu mengambil pentungan dan melakukan perjalanan ke kuburan. Ketika dia sampai di kuburan dimana para serigala sedang memakan mayat, dia pura-pura mati dengan berbaring di tanah, dengan tangan memegang pentungan. Kemudian salah satu serigala yang merupakan Boddhisatta menghampiri, tetapi serigala tersebut menyadari orang itu hanya pura-pura mati. Karena menyadari adanya penipuan, maka ia memutuskan untuk menyelidikinya. Bodhisatta berjalan mengelilingi dan mengetahui bau dari orang yang sesungguhnya belum mati itu. Bodhisatta memutuskan untuk membuat laki-laki itu terlihat bodoh sebelum meninggalkannya, maka Bodhisatta mengintai sambil mendekati, kemudian berusaha mengambil pentungan dengan mulutnya. Tetapi penjahat itu tidak membiarkan pentungannya lepas. Kemudian Bodhisatta mundur dan berkata,”Sahabatku, seandainya anda telah meninggal, anda tidak akan mencengkeram pentungan itu dengan kuat-kuat ketika saya menariknya dan hal itu membuka rahasia anda sendiri.” Setelah berkata demikian, Bodhisatta melantunkan syair, sebagai berikut:

~Cengkeraman anda terlihat kuat atas pentungan ini
Saya pikir, anda penipu yang hebat, anda bukan jenazah~

Mengetahui rahasianya telah terbongkar, penjahat itu melompat dan melemparkan tongkatnya pada Bodhisatta, tetapi lemparannya meleset. ”Pergilah binatang jahat, saya melepaskan anda saat ini.” Seraya berbalik, Bodhisatta berkata, ”Benar, anda telah melepaskan saya, tetapi anda sudah pasti tidak akan terlepas dari siksaan-siksaan Niraya dan enam belas Neraka yang lainnya.”
Dengan tidak mendapatkan apa-apa, penjahat itu meniggalkan kuburan. Kemudian ia kembali ke tempat mereka pesta.
Pelajaran beliau berakhir , Sang Buddha mengenali kelahiran kembali dengan berkata, ”Devadatta adalah penjahat di waktu itu dan Tathagata adalah raja dari para serigala.”

0 komentar: